Wohohohoohohoho, akhirnya gw nongton juga film ini. Buat gw pribadi, ini adalah film WAJIB, soalnya gw pemimpi sih [meski gw masuk kategori yang imbisil] :D Sinopsis ceritanya gak usah gw jabarin di sini, cukup browsing aja di inet, ada segambreng. Di sini tokoh favorit gw adalah si nekat, Arai (pas Nazril Irham jadi Arai gede...itu bonus :D). Dia karakter yang gw suka banget (secara karakter gw kayak Ikal hahhahahhaha...eh, bukan item kritingnya lho yah!!) soalnya dia bisa jadi motivator buat orang lain, full ide, cerdas, nekat dan full power.
Yup, inti ceritanya sebenernya klise. Mengajak orang-orang untuk kembali merenungi, apa impian mereka. Apakah udah tercapai atau belum? Jika belum tercapai, sudah sejauh mana pencapaian kita? Dan jika udah tercapai, sepuas apa diri kita? Hehehhe, emang impian, kesuksesan dan kepuasan itu hal yang nggak bisa dipisahkan. Kategorinya gini nih :
1. Ada orang yang sanggup meraih impiannya dan puas dengan keadaannya, namun di mata orang lain, dia nggak sukses.
2. Ada orang yang dianggap orang lain sukses, namun ternyata yang bersangkutan nggak puas karena itu bukan impiannya.
3. Ada juga yang mampu meraih kesuksesan dengan tetap menjalankan impiannya. Puasnya pasti luar binasa. Menurut gw hanya segelintir orang yang bisa melakukan hal itu
Setuju nggak setuju, impian dan realitas bisa sinkron tergantung pola pikir seperti apa yang kita terapkan. Ada dua cara mensikronkan impian dan realitas, yaitu:
1. Mendekatkan impian dengan kenyataan. Yang artinya, apapun yang terjadi, apapun kata orang, impian itu kudu diraih, entah bagaimana caranya. Kudu dengan sekuat tenaga mampu memotivasi diri sendiri, perlu kerja keras dan kenekatan yang super. Nah, tipikal yang kayak gini ini, yang paling bisa puas banget kalo apa yang diimpikannya dapat teraih :)
2. Mendekatkan kenyataan dengan impian. Ini yang banyak terjadi, karena pada awalnya, SEMUA manusia itu bermimpi yang besar banget. Namun, pada kenyataannya, hal tersebut bukan hal yang gampang untuk diraih. Omongan orang, reaksi sekitar dan kegagalan demi kegagalan, bikin orang semakin "mengurangi" kadar impian mereka. Mencoba mensinkronkan keadaan sebenernya dengan apa yang kita inginkan. Agar lebih aman. Agar nggak ada konflik. Yang paling penting, agar nggak sakit hati :)
Film "Sang Pemimpi" bener-bener jadi reminder buat gw. Apa yang selama ini gw impikan, apa yang sudah gw lakukan dan apa hasilnya. Kemarin habis nonton tu film, sesampai rumah, gw mulai buka-buka buku-buku sketsa gw. Mulai buka-buka Griffin, nyari file-file tulisan gw. Menyadari satu hal, bahwa gw masuk kategori kedua dari dua poin di atas. Tapi, impian gw belum ilang. Meski gw imbisil, dibilang orang-orang tukang ngayal, dibilang gak realistis, tapi gw blum nyerah untuk mencoba mewujudkannya.
Ada yang bilang, pahitnya perjalanan meraih impian, akan hilang apabila hal yang kita impikan udah ada di tangan kita. Gw jadi termotivasi pengen ngerasain hal itu. Gw pingin akhir hidup gw endingnya bagus, yaitu gw puas dengan apa yang udah gw capai. Dan yang penting, bikin orang-orang sekeliling gw jadi menutup mulut mereka kalo mau komentarin gw. Well, sekali lagi, omongan muluk soal impian, tapi anjing menggonggong, kucing tetep lewat. Emangnya Gw Pikirin?????? :p
I'll Be What I Wanna Be or Die Trying ;)
(poster film dicomot secara random dari Google Search/ image)



0 feedbacks:
Poskan Komentar